
Bab I
Perilaku Konsumen dengan Pendekatan Ordinal
A. Asumsi Dasar Priferensi
Teori perilaku konsumen dimulai dengan 3 asumsi dasar priferensi individu dalam melakukan pilihan konsumsi. Asumsi dasar ini diyakini berlaku bagi sebagian besar individu. Ketiganya adalah :
1. Konsumen dapat menyatakan priferensinya
Konsumen dianggap mampu membandingkan priferensi yg diperoleh dari mengkonsumsi berbagai alternatif kumpulan barang yang tersedia. Jika ada 2 kumpulan komoditi, A dan B, individu dapat menyatakan salah satu dari 3 pilihan berikut :
(1) A lebih disenangi dari B
(2) B lebih disenangi dari A
(3) A dan B memberikan kepuasan yang sama
2. Berlaku hubungan transitivitas
Asumsi transitivitas ini menyatakan konsumen berperilaku secara konsisten. Misalkan ada 3 pilihan kumpulan komoditi yang tersedia bagi konsumen, A, B dan C. Jika seorang konsumen telah menyatakan :
A lebih disenangi dari B dan
B lebih disenangi dari C maka ia akan menyatakan
A lebih disenangi dari C
3. Banyak lebih disenangi dari pada sedikit
Komoditi dianggap dikehendaki konsumen dan konsumen dianggap tidak pernah puas atau bosan akan komoditi yang dikonsumsinya. Berdasarkan hal ini konsumen akan lebih menyenangi kumpulan komoditi yang banyak dari pada yang sedikit. Komoditi yang relevan disini adalah komoditi yang baik (good). Untuk komoditi yang jelek (bad) seperti polusi, kondumen menghendaki jumlah yang sedikit dari pada yang banyak. Komoditi yang jelek diabaikan dalam perilaku konsumen karena kebanyakan konsumen memang tidak suka menkonsumsinya.
B. Indifference Curve
Indifference curve adalah suatu kurva yang menjelaskan berbagai kemungkinan kombinasi komoditi (barang dan jasa) yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen. Indifference curve diperkenalkan pertama kali oleh ahli ekonomi Inggris Francis Y. Edgeworth (1845-1926).
C. Karateristik Indifference Curve
1. Indifference curve memiliki slope negatif
Bentuk indifference curve yang berslope negatif bermakna jika konsumen mengurangi konsumsi satu barang, maka konsumsi barang yang lain perlu ditambah dalam rangka mempertahankan kepuasan konsumen konstan. Slope yang negatif dari indifference curve sama dengan MRSxy. MRS (Marginal Rate of Substitution = tingkat substitusi marginal) adalah sejumlah barang yang bersedia diberikan konsumen untuk memperoleh tambahan 1 unit barang yang lain, agar ia tetap berada pada tingkat kepuasan yang sama.
Slope indifference = -∆Y/∆X= -dY/dX =MRSxy
2. Indifference curve cembung dilihat dari titik asal
Bentuk yang cembung dari indifference curve memiliki implikasi slope indifference curve semakin lama semakin kecil jika kita bergerak sepanjang sebuah indifference curve, dari kiri atas kekanan bawah. Karena slope indifference curve sama dengan tingkat substitusi marginal antar barang yang dikonsumsi (MRSxy). Hal ini bermakna MRSxy semakin menurun dengan semakin banyaknya suatu barang (misalnya barang X) yang dikonsumsi.
3. Indifference curve tidak mungkin berpotongan satu dengan yang lain
4. Indifference curve yang lebih tinggi menggambarkan tingkat kepuaasan yang lebih tinggi besar dibanding indifference curve yang lebih rendah.
Dalam hal ini berkaitan dengan pengertiaan garis anggaran ( Budget line). Yang dimaksud Garis anggaran adalah kurva yang menjelaskan berbagai kemungkinan kombinasi komoditi yang menghasilkan tingkat pengeluaran yang sama bagi konsumen.
Dibawah ini diperlihatkan garis anggaran pada gambar berikut :
Tujuan rumah tangga adalah untuk memaksimumkan kepuasan dari mengkonsumsi kombinasi komoditi (misal X dan Y). Sedangkan kendalanya adalah anggaran belanja sejumlah tertentu (Io).
Jadi maksimasi utilitas atau keseimbangan konsumen terjadi dititik C dimana :
Slope Indifference Curve = Slope Budget Line
Jika dimisalkan fungsi utilitas dinyatakan dengan :
U = f ( x , y )
Turunan Total Utilitas adalah :
du du
du = --- . dx + --- . dy = 0
dx dy
= MUx . dx + MUy . dy = 0
MUy.dy = - MUx . dy
dy MUx
- — = ―― ←——— Slope Indifference Curve
dx MUy
du = Perubahan total utilitas
MU = Marginal utilitas
Jika disimpulkan :
Anggaran RT = Io
Harga barang x = Px
Harga barang y = Py
Persamaan garis anggaran adalah : Io = X . Px + Y . Py
dimana : X . Px = Total pengeluaran untuk barang x
Y . Py = Total pengeluaran untuk barang y
Dari persamaan : Io = X . Px + Y . Py dirubah menjadi
Y . Py = Io . X .Px
Io Px
Y = — - — .X
dy Px
— = - — atau
dx Py
dy Px
- ― = ― ←——— Slope dari Budget Line
dx Py
Jadi pada titik C :
Slope Budget Line = Slope Indifference Curve
dy P x MUx
- — = — = ——
dx Py MUy
Contoh soal :
Seorang individu mempunyai pendapatan sebesar Rp. 400.000,-/ bln. Anggap individu tersebut hanya mengkonsumsi barang x dan barang y saja.
Harga barang x adalah Rp. 10.000,-/ unit dan harga barang y adalah Rp. 20.000,-/ unit. Juga diketahui fungsi utilitas dari mengkonsumsi barang x dan barang y dinyatakan dengan : U = Vxy
Ditanya :
Nyatakan persamaan garis anggaran ?
Penyelesaian :
Io = X . Px Y . Py
40.000 = 10.000x + 20.000y
BAB II
Pengaruh Perubahan Pendapatan dan Harga Terhadap Permintaan
Perilaku Konsumen dengan Pendekatan Ordinal
A. Asumsi Dasar Priferensi
Teori perilaku konsumen dimulai dengan 3 asumsi dasar priferensi individu dalam melakukan pilihan konsumsi. Asumsi dasar ini diyakini berlaku bagi sebagian besar individu. Ketiganya adalah :
1. Konsumen dapat menyatakan priferensinya
Konsumen dianggap mampu membandingkan priferensi yg diperoleh dari mengkonsumsi berbagai alternatif kumpulan barang yang tersedia. Jika ada 2 kumpulan komoditi, A dan B, individu dapat menyatakan salah satu dari 3 pilihan berikut :
(1) A lebih disenangi dari B
(2) B lebih disenangi dari A
(3) A dan B memberikan kepuasan yang sama
2. Berlaku hubungan transitivitas
Asumsi transitivitas ini menyatakan konsumen berperilaku secara konsisten. Misalkan ada 3 pilihan kumpulan komoditi yang tersedia bagi konsumen, A, B dan C. Jika seorang konsumen telah menyatakan :
A lebih disenangi dari B dan
B lebih disenangi dari C maka ia akan menyatakan
A lebih disenangi dari C
3. Banyak lebih disenangi dari pada sedikit
Komoditi dianggap dikehendaki konsumen dan konsumen dianggap tidak pernah puas atau bosan akan komoditi yang dikonsumsinya. Berdasarkan hal ini konsumen akan lebih menyenangi kumpulan komoditi yang banyak dari pada yang sedikit. Komoditi yang relevan disini adalah komoditi yang baik (good). Untuk komoditi yang jelek (bad) seperti polusi, kondumen menghendaki jumlah yang sedikit dari pada yang banyak. Komoditi yang jelek diabaikan dalam perilaku konsumen karena kebanyakan konsumen memang tidak suka menkonsumsinya.
B. Indifference Curve
Indifference curve adalah suatu kurva yang menjelaskan berbagai kemungkinan kombinasi komoditi (barang dan jasa) yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen. Indifference curve diperkenalkan pertama kali oleh ahli ekonomi Inggris Francis Y. Edgeworth (1845-1926).
C. Karateristik Indifference Curve
1. Indifference curve memiliki slope negatif
Bentuk indifference curve yang berslope negatif bermakna jika konsumen mengurangi konsumsi satu barang, maka konsumsi barang yang lain perlu ditambah dalam rangka mempertahankan kepuasan konsumen konstan. Slope yang negatif dari indifference curve sama dengan MRSxy. MRS (Marginal Rate of Substitution = tingkat substitusi marginal) adalah sejumlah barang yang bersedia diberikan konsumen untuk memperoleh tambahan 1 unit barang yang lain, agar ia tetap berada pada tingkat kepuasan yang sama.
Slope indifference = -∆Y/∆X= -dY/dX =MRSxy
2. Indifference curve cembung dilihat dari titik asal
Bentuk yang cembung dari indifference curve memiliki implikasi slope indifference curve semakin lama semakin kecil jika kita bergerak sepanjang sebuah indifference curve, dari kiri atas kekanan bawah. Karena slope indifference curve sama dengan tingkat substitusi marginal antar barang yang dikonsumsi (MRSxy). Hal ini bermakna MRSxy semakin menurun dengan semakin banyaknya suatu barang (misalnya barang X) yang dikonsumsi.
3. Indifference curve tidak mungkin berpotongan satu dengan yang lain
4. Indifference curve yang lebih tinggi menggambarkan tingkat kepuaasan yang lebih tinggi besar dibanding indifference curve yang lebih rendah.
Dalam hal ini berkaitan dengan pengertiaan garis anggaran ( Budget line). Yang dimaksud Garis anggaran adalah kurva yang menjelaskan berbagai kemungkinan kombinasi komoditi yang menghasilkan tingkat pengeluaran yang sama bagi konsumen.
Dibawah ini diperlihatkan garis anggaran pada gambar berikut :
Tujuan rumah tangga adalah untuk memaksimumkan kepuasan dari mengkonsumsi kombinasi komoditi (misal X dan Y). Sedangkan kendalanya adalah anggaran belanja sejumlah tertentu (Io).
Jadi maksimasi utilitas atau keseimbangan konsumen terjadi dititik C dimana :
Slope Indifference Curve = Slope Budget Line
Jika dimisalkan fungsi utilitas dinyatakan dengan :
U = f ( x , y )
Turunan Total Utilitas adalah :
du du
du = --- . dx + --- . dy = 0
dx dy
= MUx . dx + MUy . dy = 0
MUy.dy = - MUx . dy
dy MUx
- — = ―― ←——— Slope Indifference Curve
dx MUy
du = Perubahan total utilitas
MU = Marginal utilitas
Jika disimpulkan :
Anggaran RT = Io
Harga barang x = Px
Harga barang y = Py
Persamaan garis anggaran adalah : Io = X . Px + Y . Py
dimana : X . Px = Total pengeluaran untuk barang x
Y . Py = Total pengeluaran untuk barang y
Dari persamaan : Io = X . Px + Y . Py dirubah menjadi
Y . Py = Io . X .Px
Io Px
Y = — - — .X
dy Px
— = - — atau
dx Py
dy Px
- ― = ― ←——— Slope dari Budget Line
dx Py
Jadi pada titik C :
Slope Budget Line = Slope Indifference Curve
dy P x MUx
- — = — = ——
dx Py MUy
Contoh soal :
Seorang individu mempunyai pendapatan sebesar Rp. 400.000,-/ bln. Anggap individu tersebut hanya mengkonsumsi barang x dan barang y saja.
Harga barang x adalah Rp. 10.000,-/ unit dan harga barang y adalah Rp. 20.000,-/ unit. Juga diketahui fungsi utilitas dari mengkonsumsi barang x dan barang y dinyatakan dengan : U = Vxy
Ditanya :
Nyatakan persamaan garis anggaran ?
Penyelesaian :
Io = X . Px Y . Py
40.000 = 10.000x + 20.000y
BAB II
Pengaruh Perubahan Pendapatan dan Harga Terhadap Permintaan
A. Perubahan Harga
Kurva Konsumsi-Harga dan Kurva Prmintaan Individu
Jika harga suatu barang berubah sedangkan harga barang lain dan pendapatan nominal konsumen tidak berubah, bagaimana posisi keseimbangan dan permintaan konsumen?
Kurva permintaan individu ini memiliki 2 sifat penting yaitu :
1. Tingkat kepuasan konsumen berubah jika kita bergerak sepanjang kurva tersebut. Semakin rendah harga barang X, semakin tinggi tingkat kepuasan yang dapat dicapai konsumen.
2. Setiap titik pada kurva permintaan, konsumen mencapai kepuasan maksimum karena MRSxy = -Px/Py.
B. Perubahan Pendapatan
Kurva Konsumsi-Pendapatan dan Kurva Engel
Jika pendapatan nominal konsumen berubah sedangkan harga barang konstan, bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi dan utilitas konsumen?
Secara umum, barang dapat dikelompokan atas dua jenis yaitu :
1. Barang Normal
Kurva konsumsi-pendapatan (income-consumtion curve, icc) dapat didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik keseimbangan konsumen sebagai akibat perubahan pendapatan.
Barang nornal dapat dibedakan atas 2 bagian yaitu barang kebutuhan pokok (necesslties goods) dan barang mewah (luxurious goods).
2. Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang ketika pendapatan meningkat permintaan terhadap barang tersebut justru menurun.
DAFTAR PUSTAKA
1. Rahardja Pratama & Manurung Mandala, TEORI EKONOMI MIKRO dan TEORI EKONOMI MAKRO, Lembaga Penerbit FE-UI, Jakarta 2001
2. Sanusi Bachrawi, SISTEM EKONOMI, Suatu Pengantar, Universitas Trisakti, Jakarta 2000
-001.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar